Optimalisasi Biodiversitas dan potensi lokal untuk SDGs, Seminar Paralel BIOTIC 5 diikuti Lebih dari 130 Pemakalah dari 20+ universitas dan instansi
Jember, 22 Mei 2026 - Seminar paralel dalam rangkaian kegiatan Seminar Nasional Biology and Education Conference (BIOTIC) 5 sukses diselenggarakan pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tersebut berlangsung secara hybrid di Gedung FTIK UIN KHAS Jember serta melalui Zoom Meeting.

Pelaksanaan parallel session menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian BIOTIC 5 yang tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Biodiversitas dan Edukasi Biologi Berbasis Potensi Lokal dalam Mencapai Target SDGs”. Tema tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan The International Day for Biodiversity 2026 yang menekankan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati serta penguatan pendidikan berkelanjutan.

Kegiatan parallel session berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dengan melibatkan 103 paper dan lebih dari 130 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, serta institusi pendidikan di Indonesia. Presentasi ilmiah dilaksanakan dalam 12 room yang masing-masing membahas beragam topik terkait biodiversitas, konservasi lingkungan, etnobiologi, bioteknologi, pendidikan biologi, teknologi pembelajaran, hingga implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).

Antusiasme peserta terlihat dari keberagaman asal perguruan tinggi dan lembaga riset yang terlibat, di antaranya Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Malang, Universitas Papua, Universitas Mataram, Universitas Bengkulu, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Cipasung Tasikmalaya, Universitas Sriwijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, UIN Raden Intan Lampung, Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar, Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam sesi presentasi, berbagai penelitian berbasis potensi lokal menjadi sorotan utama. Sejumlah pemakalah mengangkat isu konservasi dan biodiversitas, seperti kajian etnozoologi penyu hijau di Sukamade, keanekaragaman kupu-kupu dan capung di kawasan Air Terjun Antrokan Jember, biodiversitas mangrove, kajian tumbuhan herba, hingga eksplorasi fungi dan mikroorganisme lokal. Selain itu, berbagai penelitian pendidikan biologi juga turut memperkaya diskusi ilmiah, seperti pengembangan media pembelajaran berbasis augmented reality, mobile learning, artificial intelligence, project based learning, hingga game based learning.

Seminar paralel BIOTIC 5 juga menunjukkan kuatnya integrasi antara sains, budaya lokal, dan pendidikan berkelanjutan. Beberapa penelitian menyoroti kajian etnobotani dan etnomedisin masyarakat Sunda, Jawa, hingga Madura Pandhalungan sebagai bagian dari upaya pelestarian pengetahuan lokal di tengah perkembangan era digital. Di sisi lain, berbagai penelitian terkait pengelolaan lingkungan, bank sampah, konservasi mangrove, mitigasi perubahan iklim, dan literasi lingkungan turut mempertegas kontribusi akademik dalam mendukung target-target SDGs.

Pelaksanaan seminar secara hybrid memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi para akademisi dan peneliti dari berbagai daerah. Diskusi yang berlangsung di setiap room berjalan aktif dengan pertukaran ide, masukan ilmiah, serta pengembangan jejaring kolaborasi penelitian antar institusi. Para moderator dan panitia di masing-masing room turut memastikan jalannya presentasi berjalan tertib dan sesuai jadwal.
Setelah seluruh sesi presentasi selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda pemberian penghargaan kepada presenter terbaik pada pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Sebanyak 13 presenter terbaik memperoleh apresiasi presenter terbaik berdasarkan penilaian panitia, berikut nama-namanya:
- Rina Oktaviana, Universitas Lambung Mangkurat
- Muhammad Agung, Universitas Padjadjaran
- Dinda Hani’ah Arum S, Universitas Padjadjaran
- Evan Vria A, Universitas Bengkulu
- Fani Afif F, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
- Fatahul Azwar P, Badan Riset dan Inovasi Nasional
- Aulia Lutfi A, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
- Ade Muspa, Universitas Sipatokkong Mambo
- Amelia Fitri, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
- Siti Zumrotul F, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
- Sulastri Putri I, Universitas Pendidikan Indonesia
- Isyfaqul Alfa Utomo, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
- Oktaviya Nuri Amelia, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Keberhasilan pelaksanaan seminar paralel BIOTIC 5 menjadi bukti komitmen Program Studi Tadris Biologi FTIK UIN KHAS Jember dalam menghadirkan ruang akademik yang produktif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan global saat ini. Tidak hanya menjadi wadah publikasi hasil penelitian, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antarpeneliti dan akademisi dalam mengembangkan inovasi pendidikan serta pelestarian biodiversitas berbasis potensi lokal.
Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si selaku Koordinator Program Studi Tadris Biologi dan juga ketua panitia menyampaikan bahwa pelaksanaan seminar paralel BIOTIC 5 menjadi wadah akademik yang penting dalam mempertemukan berbagai gagasan, hasil penelitian, dan inovasi di bidang biodiversitas serta pendidikan biologi berbasis potensi lokal. Menurutnya, keberagaman topik yang dipresentasikan menunjukkan meningkatnya kepedulian akademisi terhadap isu keberlanjutan lingkungan dan penguatan pendidikan yang relevan dengan tantangan global saat ini. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi dan lembaga riset melalui forum ilmiah seperti BIOTIC 5 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pelestarian ekosistem, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui terselenggaranya parallel session BIOTIC 5, diharapkan berbagai hasil penelitian yang dipresentasikan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan biologi, konservasi lingkungan, dan pencapaian Sustainable Development Goals di Indonesia.
Penulis: Nanda Eska Anugrah Nasution
Editor: Rosita Fitrah Dewi


.png)
