BIOTIC 5 2026 Hadirkan Ratusan Akademisi Bahas Biodiversitas dan Edukasi Berbasis Potensi Lokal
Kegiatan Seminar Nasional Biology and Education Conference (BIOTIC 5) Tahun 2026 sukses digelar pada Kamis, 21 Mei 2026 di Gedung Kuliah Terpadu Lantai III UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Seminar nasional ini mengusung tema “Optimalisasi Biodiversitas dan Edukasi Biologi Berbasis Potensi Lokal dalam Mencapai Target SDGs” sekaligus memperingati The International Day for Biodiversity 2026. Kegiatan berlangsung secara hybrid dengan menghadirkan seminar pleno, parallel session, dan expo akademik.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Dr. Rif’an Humaidi. Dalam kesempatan tersebut, sambutan juga disampaikan oleh Koordinator Program Studi Tadris Biologi UIN KHAS Jember, Dr. Wiwin Maisyaroh. Seminar ini diikuti oleh 103 presenter dari 39 lembaga di Indonesia serta sekitar 200 peserta non pemakalah yang berasal dari berbagai kalangan akademisi, mahasiswa, dan praktisi pendidikan maupun lingkungan. Seminar nasional menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Dr. Rury Epilurahman, Nur Rohmah Syarif, dan Dr. Nanda Eska Anugrah Nasution. Jalannya seminar dipandu oleh moderator Dr. Abdillah Fatkhul Wahab.

Dalam pemaparannya, Dr. Rury Epilurahman menjelaskan pentingnya konservasi herpetofauna berbasis potensi lokal. Ia menyampaikan bahwa herpetofauna saat ini menghadapi berbagai ancaman, seperti alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan, hingga fragmentasi habitat. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berbasis herpetofauna yang terintegrasi dengan kurikulum pendidikan. Beberapa rekomendasi program yang disampaikan meliputi herpetofauna night survey, biodiversity walk, serta kampanye edukatif bertajuk “kenali sebelum takut”.

Sementara itu, Nur Rohmah Syarif memaparkan berbagai potensi lokal yang dimiliki Taman Nasional Meru Betiri, mulai dari kekayaan flora, fauna, ekosistem, hingga ekonomi lokal masyarakat sekitar kawasan konservasi. Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi biodiversitas di kawasan tersebut. Menurutnya, solusi yang dapat dilakukan adalah penguatan kader konservasi berbasis masyarakat lokal serta penerapan kebijakan yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Pada sesi berikutnya, Dr. Nanda Eska Anugrah Nasution menekankan pentingnya implementasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa UNESCO telah menetapkan ESD sebagai pendekatan pembelajaran yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, pembelajaran biologi sebaiknya diarahkan pada penguatan komponen ESD agar peserta didik memiliki kesadaran dan komitmen terhadap isu keberlanjutan ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Selain seminar ilmiah, kegiatan BIOTIC 5 juga menghadirkan expo akademik yang menampilkan berbagai produk hasil penelitian dan pengembangan mahasiswa. Produk yang dipamerkan meliputi buku panduan, buku ilmiah, leaflet, buku saku, media pembelajaran, herbarium, insektarium, hingga inovasi bioteknologi hasil penelitian. Seminar nasional ini menghasilkan output berupa prosiding dan publikasi ilmiah, sekaligus menjadi wadah memperluas jejaring akademik antar lembaga di Indonesia dalam pengembangan biodiversitas dan pendidikan biologi berkelanjutan.
Penulis: Rosita Fitrah Dewi
Editor: Nanda Eska Anugrah Nasution




.webp)


.png)
.png)