homescontents kingroyal madridbet madridbet onwin restbet bets10 Ankara escort Ankara escort sahabet onwin madridbet giriş onwin tipobet https://hcecg.org/ sahabet tipobet güncel giriş
homescontents
(0331) 487550

Kuliah Tamu Sosio Ekologi Tapal Kuda: Mengupas Tata Ruang Berkelanjutan di Tengah Tantangan Lingkungan

Home >Berita >Kuliah Tamu Sosio Ekologi Tapal Kuda: Mengupas Tata Ruang Berkelanjutan di Tengah Tantangan Lingkungan
Diposting : Selasa, 12 May 2026, 11:15:32 | Dilihat : 95 kali
Kuliah Tamu Sosio Ekologi Tapal Kuda: Mengupas Tata Ruang Berkelanjutan di Tengah Tantangan Lingkungan


Program Studi Tadris Biologi FTIK UIN KHAS Jember kembali menyelenggarakan kuliah tamu Mata Kuliah Sosio Ekologi Tapal Kuda pada Selasa, 12 Mei 2026 bertempat di Ruang Rapat FTIK lantai 2. Kegiatan ini menghadirkan Ivan Agusta Farizkha, M.T., dosen Arsitektur Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN KHAS Jember sekaligus Kepala Pusat Studi Lingkungan UIN KHAS Jember dan tenaga ahli perencana wilayah Kabupaten Jember sebagai narasumber. Acara dimoderatori oleh Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si., selaku Koordinator Program Studi Tadris Biologi UIN KHAS Jember.

Mengangkat tema “Pola Tata Ruang dan Penggunaan Lahan”, kuliah tamu ini membahas berbagai persoalan tata guna lahan yang saat ini menjadi tantangan di berbagai wilayah, khususnya kawasan Tapal Kuda. Dalam pemaparannya, Ivan Agusta Farizkha menjelaskan bahwa berbagai persoalan seperti sanitasi, kekumuhan, kepadatan penduduk, tingginya intensitas bangunan, hingga aktivitas manusia yang tidak tertata menjadi faktor utama menurunnya kualitas lingkungan.

Beliau juga menyoroti dampak pembangunan yang tidak terkendali, seperti penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut. Di Kabupaten Jember sendiri, penggunaan air tanah disebut tidak boleh melebihi kedalaman 40 meter demi menjaga keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, perencanaan wilayah yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya jumlah penduduk dunia yang kini telah mencapai lebih dari 8 miliar jiwa.

Menurutnya, tata ruang tidak sekadar mengatur ruang kosong, tetapi bagaimana mengubah space menjadi place, yakni ruang yang memiliki fungsi dan nilai bagi masyarakat. Penggunaan lahan menjadi bagian penting dalam proses perencanaan kawasan melalui tahapan survei, pengumpulan data, analisis, sintesis, evaluasi, hingga implementasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ivan juga memaparkan potensi Kabupaten Jember sebagai kawasan agropolitan yang didukung oleh sektor perkebunan, pendidikan, dan sumber daya wilayah lainnya. Ia menjelaskan pentingnya elemen citra kawasan seperti patch, edge, district, landmark, dan nodes dalam membangun tata guna lahan yang terencana.

Konsep kota berkelanjutan atau eco city turut menjadi perhatian utama. Kota ideal, menurutnya, adalah kota yang compact sehingga pusat kegiatan mudah diakses tanpa ketergantungan tinggi terhadap kendaraan pribadi. Ia menegaskan bahwa kawasan padat belum tentu identik dengan kawasan kumuh apabila ditata dengan baik. Bahkan, pola tata ruang berbentuk grid dinilai mampu menghasilkan emisi yang lebih rendah.

Selain itu, pembahasan juga menyinggung Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember yang hingga kini masih menghadapi berbagai kendala, termasuk aspek politik dan penataan data kebencanaan seperti banjir, gempa bumi, hingga potensi tsunami megathrust. Data tersebut dinilai penting untuk menentukan pola tata guna lahan yang tepat dan aman.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait tata ruang kampus hingga pembangunan gedung tinggi di perkotaan. Salah satu pembahasan menarik adalah evaluasi tata letak bangunan di lingkungan UIN KHAS Jember. Narasumber menilai bahwa kampus masih belum memiliki orientasi tata ruang yang terintegrasi sehingga menimbulkan persoalan sirkulasi, akses, parkir, sampah, hingga minimnya ruang sosial.

Terkait pembangunan gedung tinggi di kota besar, beliau menegaskan bahwa seluruh pembangunan harus kembali pada prinsip pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain itu, keberadaan aturan zonasi dan batas intensitas bangunan menjadi instrumen penting untuk mengendalikan dampak negatif pembangunan.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya tata ruang dan penggunaan lahan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang berkelanjutan serta responsif terhadap tantangan ekologis dan sosial di masa depan.

(Penulis: WM, Editor: RFD)

Berita Terbaru

Kuliah Tamu Sosio Ekologi Tapal Kuda: Mengupas Tata Ruang Berkelanjutan di Tengah Tantangan Lingkungan
12 May 2026By oprtadrisbio
Tadris Biologi UIN KHAS Jember Resmi Gandeng FMIPA UNEJ dalam Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi
08 May 2026By oprtadrisbio
Kuliah Tamu Tadris Biologi 2026 Bahas Bioteknologi dan Bioinformatika sebagai Fondasi Biologi Masa Depan
06 May 2026By oprtadrisbio

Agenda

Informasi Terbaru

Belum ada Informasi Terbaru

Lowongan

;