Tutup Pekan 4 BIOSTART, Mahasiswa Baru Tadris Biologi UIN KHAS Jember Tanam Mangrove dan Bersihkan Pantai

Rangkaian kegiatan BIOSTART bagi mahasiswa baru Program Studi Tadris Biologi, FTIK TADRISBIO (FTIK), UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, terus berlangsung. Memasuki pekan keempat, kegiatan dilaksanakan di Pantai Cemara Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, pada Sabtu 17 Oktober 2026, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan BIOSTART.

Penutupan BIOSTART pekan keempat diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman bibit mangrove di kawasan mangrove Getem dan kegiatan bersih-bersih pantai. Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator Program Studi Tadris Biologi, Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si., bersama para dosen Tadris Biologi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Dalam kegiatan penanaman mangrove, mahasiswa berkolaborasi dengan penggiat lingkungan setempat, Bapak Giyo. Ia merupakan sosok perintis yang telah memulai upaya penanaman bibit mangrove secara mandiri sejak tahun 1979 dengan mengandalkan tekad dan tenaga sendiri. Pengalaman panjang tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa tentang arti konsistensi, kepedulian, dan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam. Semangat yang ditunjukkan Bapak Giyo diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam upaya konservasi lingkungan, baik melalui tindakan sederhana maupun program berkelanjutan.


Kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi ekoteologi, yakni mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Dalam perspektif ekoteologi, merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Melalui penanaman mangrove dan aksi bersih pantai, mahasiswa diajak menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui upaya menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi pencemaran laut, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pelestarian mangrove yang berperan dalam mendukung ketahanan kawasan pesisir, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui perlindungan keanekaragaman hayati. Kegiatan edukatif ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena memberikan pengalaman belajar kontekstual yang menghubungkan pengetahuan biologi dengan persoalan lingkungan nyata.

Kegiatan penutupan BIOSTART pekan keempat ini sekaligus menjadi manifestasi visi Program Studi Tadris Biologi, yaitu menghasilkan pendidik biologi yang profesional dan berwawasan lingkungan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai konsep-konsep biologi, tetapi juga mampu menanamkan nilai kepedulian ekologis kepada peserta didik di masa depan. Dengan demikian, BIOSTART menjadi langkah awal dalam membentuk calon pendidik biologi yang berintegritas, peka terhadap permasalahan lingkungan, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. (HM)

Tags: Pendidikan Lingkungan Berita Terkini
Bagikan: