Temukan Mikroplastik di Ikan Wader Sungai Bedadung, Mahasiswa Tadris Biologi UIN KHAS JEMBER Imbau Masyarakat Berhenti Buang Sampah di Sungai
Jember - Mahasiswa Tadris Biologi UIN KHAS Jember yang tergabung dalam Study Club Ekologi mengungkapkan temuan mengkhawatirkan terkait kondisi ekosistem di Sungai Bedadung. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, mereka menemukan bahwa ikan wader di sungai tersebut kini telah terkontaminasi mikroplastik. Temuan ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, mengingat ikan wader merupakan salah satu konsumsi lokal yang populer namun kini dinilai berbahaya untuk dikonsumsi.
Keberadaan mikroplastik pada tubuh ikan wader ini diidentifikasi sebagai dampak langsung dari tingginya volume sampah plastik yang dibuang ke badan sungai. Sampah-sampah plastik tersebut mengalami proses pelapukan dan hancur menjadi partikel-partikel berukuran sangat kecil atau mikro. Karena ukurannya yang menyerupai pakan alami, partikel berbahaya ini tanpa sengaja tertelan oleh ikan dan mengendap dalam jaringan tubuh mereka.
Bayu Sandika, M.Si selaku pembimbing SC Ekologi menjelaskan bahwa jika mikroplastik ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan dapat menyebabkan risiko kesehatan yang cukup serius. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan pun sangat beragam, mulai dari gangguan saluran pencernaan hingga efek neurotoksik yang menyerang fungsi otak. Selain itu, paparan mikroplastik dalam jangka panjang juga berpotensi memicu gangguan pada sistem pembuluh darah dan kesehatan jantung.
Menanggapi ancaman lingkungan dan kesehatan tersebut, Study Club Ekologi UIN KHAS Jember mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai demi menjaga kelestarian ekosistem dan kesehatan bersama. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah plastik secara bijak menjadi kunci utama agar kualitas air dan keamanan pangan di sepanjang Sungai Bedadung dapat pulih kembali. (BS)

